- Kondisi mengemudi agresif
Ugal-ugalan di jalanan, injak pedal gas dalam-dalam untuk akselerasi spontan, injak pedal gas secara tidak teratur, perpindahan gigi dengan cepat. Pastinya bisa membuat konsumsi BB(bahan bakar, bukan beras bulog:kidding :-p ) berlebih. Lebih baik mengemudi pada kecepatan ekonomis, antara 40-60 kpj. Atau pergunakanlah mode O/D (overdrive) pada transmisi otomatik (bila ada) pada jalan datar yang mulus
Cari Artikel Blog
Tampilkan postingan dengan label automotive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label automotive. Tampilkan semua postingan
Faktor Penyebab Boros Bahan Bakar pada Roda Empat
Toyota's Legendary Car: AE 86 Corolla/Sprinter Trueno GT-APEX
-Thread Front: 53 inch | 1346 mm
-Thread Rear: 52 inch | 1321 mm
-Wheelbase: 94 in | 2388 mm
-Curb Weght: 2039 lb | 925 kg
-Power: 128HP/6600 rpm
-Torque: 109,9 lb.ft/5200 rpm | 149 Nm/5200 rpm
-Suspension Front: Strut + stabilizer bar
-Suspension Rear: Multilink + stabilizer bar
-Tire Front: 185/70 13
-Tire Rear: 185/70 13
-Transmission: 5 speed Transmission
-Displacement: 96 cu.in | 1573 cc
-Engine: DOHC L4
-Aspiration: Normal(non turbo)

*AE 86
Pada 1983 flagship mobil Toyota, Corolla/Sprinter diikuti mobil-mobil
lain berubah menjadi mobil berpenggerak roda depan (Front-Wheel
Drive). Hanya seri dari jenis mobil sport yang tetap menggunakan
penggerak roda belakang (Rear-Wheel Drive), Corolla Levin/Sprinter
Trueno AE 86 disisakan sebagai mobil berpenggerak roda belakang
segera mendapat popularitas sebagai mobil ringan berpenggerak roda
belakang terakhir. Mesinnya adalah 1.6 litre 4A-GEU inline 4 cylinders
DOHC, dan berterima kasihlah pada berbagai inovasi teknologi cerdas
yang membawakan 128HP dan 109,9 lb.ft.
Biarpun mesinnya tidak hebat dalam artian tenaga dan torsi, tapi mampu
menembus daerah-daerah putaran mesin secara lembut dan dengan respon
tajam. Batas pengereman tidak memastikan kemampuan berbelok, dan
stabilitas, namun mobil ini lebih mudah dikendalikan dan membuatmu
merasakan kelembutan mengemudi dari mobil berpenggerak roda belakang.
AE 86 Levin/Trueno mungkin terlihat payah dari spesifikasinya, namun
kenikmatan mengemudilah sesuatu yang tak dapat di ungkapkan dalam
angka.

*interior AE 86
Tambahan:
.AE 86 sering disebut "hachiroku"(hachi=8, sedangkan roku=6 dalam bahasa Jepang)
.AE 86 adalah mobil yang dipakai oleh tokoh utama di anime Initial D
.Harga AE 86 melambung tinggi setelah ditayangkannya anime Initial D,
karena banyak peminatnya.
.Harga mesin AE 86 4A-GEZ 16V adalah Rp 9-10 jt , sedangkan mesin 4A-GE 20V
adalah Rp8-9 juta
.Pada pertengahan 2010 Toyota memamerkan prototipe revolusi AE 86
yaitu FT 86 concept.

*FT 86 concept
source: Car specification & info of GRAN TURISMO PSone, Google.com, tabloid OTOMOTIF edisi November
Automotive history
1860 Lenoire (Perancis) menciptakan engine 2 langkah dengan cara kerja
katup intake menutup menjelang akhir TMA, lalu gas dibakar api listrik
pada tekanan atmosfir. Jadi tidak dapat menghasilkan daya dan
efisiensi tinggi.
1862 Beau de Rochas (Perancis) menyempurnakan engine 2 langkah
Lenoire, dengan memberi kompresi pada gas sebelum dinyalakan, hasilnya
lebih baik tetapi belum memuaskan.
1876 Nikolaus Otto (Jerman) membuat engine 4 langkah. Teori kompresi
engine 2 langkah Beau de Rochas dikembangkan Otto pada engine 4
langkah. Energi panas hasil pembakaran mendorong torak saat usaha
dinamakan siklus otto
1879 Dugald Clark ( Inggris) menyempurnakan engine 2 langkah pada 1
siklus kerjanya. Engine 2 langkah adalah engine yang dalam 1 siklus
kerjanya melakukan 2 langkah piston pada 1 putaran crankshaft.
1890 Herbert Ackroyd Stuard (Inggris) menciptakan engine berbahan
bakar minyak tanah dengan tambahan komponen: penguap dan kepala pijar.
Pada tiap akhir langkah kompresi minyak disemprotkan ke dalam tabung
kepala pijar sehingga menguap cepat dan terbakar sendri dalam
silinder.
Didasarkan pada penemuan-penemuan tersebut, terus dikembangkan
penyempurnaan sampai pada sistem karburator dan pengapian busi pd
motor saat ini.
Karena penemuan Otto dianggap sebagai awal penyempurnaan proses motor
bakar maka disebut proses Otto.
1892 Rudolf Diesel menciptakan engine berbahan bakar solar. Prosesnya
masih tetap dengan istilah proses Otto.
1954 Felix Wankel mengeliminasi piston yang bergerak translasi supaya
tidak diperlukan conecting rod dan crankshaft lalu menciptakan engine
rotary dengan rotor segitiga sama sisi yang berputar dalam stator.
1963 Motor Wankel dipamerkan dan diproduksi NSU Mottorenwerke AG , Frankfurt
1967 Motor wankel disempurnakan dan diproduksi motor wankel Ro 80.
Ditahun yang sama, Toyo Kogyo Jepang menyempurnakan kekurangan Wankel
dan menciptakan wankel RX2 yaitu mazda 110s.
1972 Mobil Mazda diproduksi dengan motr wankel RX2 dan RX3 sampai 20rb unit/bln.
katup intake menutup menjelang akhir TMA, lalu gas dibakar api listrik
pada tekanan atmosfir. Jadi tidak dapat menghasilkan daya dan
efisiensi tinggi.
1862 Beau de Rochas (Perancis) menyempurnakan engine 2 langkah
Lenoire, dengan memberi kompresi pada gas sebelum dinyalakan, hasilnya
lebih baik tetapi belum memuaskan.
1876 Nikolaus Otto (Jerman) membuat engine 4 langkah. Teori kompresi
engine 2 langkah Beau de Rochas dikembangkan Otto pada engine 4
langkah. Energi panas hasil pembakaran mendorong torak saat usaha
dinamakan siklus otto
1879 Dugald Clark ( Inggris) menyempurnakan engine 2 langkah pada 1
siklus kerjanya. Engine 2 langkah adalah engine yang dalam 1 siklus
kerjanya melakukan 2 langkah piston pada 1 putaran crankshaft.
1890 Herbert Ackroyd Stuard (Inggris) menciptakan engine berbahan
bakar minyak tanah dengan tambahan komponen: penguap dan kepala pijar.
Pada tiap akhir langkah kompresi minyak disemprotkan ke dalam tabung
kepala pijar sehingga menguap cepat dan terbakar sendri dalam
silinder.
Didasarkan pada penemuan-penemuan tersebut, terus dikembangkan
penyempurnaan sampai pada sistem karburator dan pengapian busi pd
motor saat ini.
Karena penemuan Otto dianggap sebagai awal penyempurnaan proses motor
bakar maka disebut proses Otto.
1892 Rudolf Diesel menciptakan engine berbahan bakar solar. Prosesnya
masih tetap dengan istilah proses Otto.
1954 Felix Wankel mengeliminasi piston yang bergerak translasi supaya
tidak diperlukan conecting rod dan crankshaft lalu menciptakan engine
rotary dengan rotor segitiga sama sisi yang berputar dalam stator.
1963 Motor Wankel dipamerkan dan diproduksi NSU Mottorenwerke AG , Frankfurt
1967 Motor wankel disempurnakan dan diproduksi motor wankel Ro 80.
Ditahun yang sama, Toyo Kogyo Jepang menyempurnakan kekurangan Wankel
dan menciptakan wankel RX2 yaitu mazda 110s.
1972 Mobil Mazda diproduksi dengan motr wankel RX2 dan RX3 sampai 20rb unit/bln.
Langganan:
Postingan (Atom)